Tema ini tiba-tiba muncul di benak saya untuk dibahas di blog ini. Saya pernah nonton suatu film berjudul “Clean Skin” yang mengisahkan tentang orang Timur Tengah yang hidup di Inggris, kemudian mereka melakukan bom bunuh diri di tempat-tempat umum di Inggris, dengan alasan bahwa,”Rakyat kita yang di Timur Tengah telah menderita dihujani peluru, dibantai habis-habisan oleh tentara Eropa, maka sudah saatnya kita harus melakukan pembalasan kepada mereka”. Namun karena kedamaian di Inggris tiba-tiba terguncang akibat bom-bom bunuh diri yang mereka lakukan,  maka pemerintah Inggris mengutus seseorang tentara untuk membasmi pelaku bom tersebut hingga ke akarnya.

Dari cerita ini, peperangan antar agama tidak akan pernah habis-habisnya, orang Inggris mengganggap bahwa orang Timur Tengah tersebut adalah teroris yang melakukan pembunuhan orang-orang tidak berdosa di wilayah mereka, namun orang Timur Tengah dibantai oleh tentara Eropa hingga ke akar-akarnya. Apakah ini akan berlangsung terus menerus? Hingga akhirnya banyak orang yang mati merasa bahwa mereka mati demi melindungi dan memperjuangkan bangsa mereka masing-masing, padahal kalau kita analisa lebih dalam, ini adalah sia-sia, mereka yang mati hanya jadi korban politik, ras dan agama.

Akhir-akhir ini juga banyak kasus pemboman di Indonesia yang menyebabkan banyak orang-orang asing yang tinggal dan kerja di Indonesia mati, seperti kasus Bom Bali, JW Marriot, dsb. Bagi mereka yang melakukan pemboman, mereka pikir bahwa mereka benar, mereka bertindak atas nama agama mereka, dan Tuhan mereka, tapi sadarkah mereka banyak orang-0rang tak berdosa yang dibunuh, orang yang tidak tahu apa-apa, hanya menjalani keseharian hidup mereka di negara ini, kasihan sekali bagi keluarga yang ditinggalkan.

Semua ini bisa terjadi karena KEKELIRUAN dalam memahami apa yang sudah diajarkan Tuhan kepada kita. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk berbuat jahat, melakukan pembunuhan, pencurian, dll. Semua agama memiliki tujuan yang sama, membuat kehidupan ini lebih aman, tenteram, harmonis, dan seimbang. Namun akibat kesalah-kaprahan dalam pengartian makna di dalam kitab suci yang menyebabkan hal-hal diluar dugaan bisa terjadi. Coba bayangkan, jika negara Indonesia ini yang mengakui 5 agama, penduduknya masing-masing punya keyakinan dan pengertian yang salah terhadap ajaran agama mereka masing-masing, maka hanya dalam waktu singkat saja, akan terjadi perang-perang antar agama yang mengakibatkan perpecahan antar suku bangsa, pertumpahan darah. Indonesia yang diperjuangkan merdeka dengan keanekaragaman suku bangsa oleh para pahlawan kita kemudian hanya menjadi sebuah negara miskin yang terjadi perang dimana-mana.

Oleh karena itu, sebagai umat beragama yang baik, kita memang harus mengikuti ajaran agama, namun, ingat sekali lagi, bahwa ajaran agama itu akan mengikuti perkembangan zaman, jangan lah terlalu fanatik dengan agama yang menyebabkan pandangan anda menjadi kabur, tapi lihatlah lebih dalam lagi, apakah benar yang saya lakukan, apakah ini yang dimaksud oleh agama kita. Tolong dan tolong sekali lagi, apa yang diajarkan agama, jangan di cerna mentah-mentah, namun analisa dan sesuaikan dengan kondisi yang ada disekeliling kita. Niscaya, jika banyak orang yang punya pandangan seperti ini, bukan hanya Indonesia, namun penduduk seluruh dunia akan bisa saling menghormati dan menghargai antar sesamanya.

About these ads