Ini merupakan hasil pengalaman saya pribadi, jadi jika tidak cocok dengan pembaca sekalian, mungkin kita beda persepsi. But, trust me, it’ll change your vision of life. Saya pernah ada rekan kerja yang mempunyai prinsip bahwa “Ngapain gw kerja mati-matian, datang pagi terus, tapi ga adabenefit buat gw? Gaji gw juga ga naik2, ngapain gw kerja ngoyo sampe capek, its useless.”…Bagi saya, itu adalah sebuah prinsip yang amat sangat sangat sangat salah.. Kenapa saya bilang seperti itu? Disinilah akan saya coba jabarkan mengenai rezeki hidup.

Setiap agama memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai rezeki/berkat, tidak perlu saya jelaskan. Namun dari sekian banyak falsafah, intinya hanya 1, yaitu :

“LEBIH BANYAK MEMBERI JIKA INGIN MENERIMA YANG LEBIH BAIK”

Maksud dari hal tersebut adalah, jika kita hanya terus meminta, meminta, dan meminta, namun tidak pernah memberi sesuatu buat orang lain, percaya tidak percaya, rezeki akan menjauhi anda. Saya sangat-sangat yakin sekali, bahwa orang terkaya no.1 di dunia pun, tetap ada kegiatan untuk memberi, baik itu dalam bentuk charity, pemberian bonus karyawan, memperhatikan kesejahteraan karyawan, even sebuah senyuman pun juga termasuk memberi. Lucu kadang, mendengar bahwa sebuah senyuman saja adalah memberi, tapi sadarkah anda bahwa terkadang ada orang gila yang berkeliaran di jalan, dan dia suka memberi senyuman kepada orang lain, dan disaat itu juga, dia bisa mendapatkan sepotong roti, sebungkus nasi atau sebatang rokok dari orang yang diberikan senyumannya. Its the simplest thing to do. Oke, back to the topic.

Di dunia pekerjaan pun sama, jika kita menjadi karyawan, jangan lah sering mengeluh bahwa kita tidak mendapat benefit, kita tidak naik jabatan, kita tidak dihargai, kita tidak mendapat gaji yang layak, tapi sadarkah kita bahwa apakah kita sudah memberikan benefit pada perusahaan? Perusahaan yang tidak sehat memang terkadang tidak menyenangkan, karena orang-orang yang dikenal oleh Big Bos, setiap saat bisa diangkat menjadi atasan, namun kita yang setiap hari bekerja keras demi perusahaan, malah tidak mendapatkan kesempatan tersebut. Kalau memang terjadi seperti itu, percayalah bahwa itu artinya belum saatnya untuk kita naik pangkat, karena kita masih akan di uji terus agar kita bisa menjadi atasan yang terbaik, dibandingkan dengan naik lebih cepat, namun tidak bisa menjadi atasan yang baik, malah the worse case, kita bisa diturunkan jabatan. Pasti ga mau donk?

Satu hal lagi, mengenai kesuksesan seseorang, ingatlah bahwa itu tidak ditentukan oleh seberapa banyak uang yang kita punya, seberapa besar kuasa yang kita punya, seberapa pandai kemampuan kita, namun kesuksesan adalah disaat kita sudah bisa mengatakan cukup, merasa puas pada apa yang sudah kita miliki, dan bisa menjadi manusia yang memiliki budi pekerti/akhlak yang baik. Setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda-beda karena batasan cukup setiap manusia juga berbeda-beda.

SALAM SUKSES BUAT SEMUA, SEMOGA INI BISA MENGINSPIRASI PEMBACA SEKALIAN.

 

 

 

Advertisements